PENGARUH MUSIK TERHADAP PERKEMBANGAN OTAK DAN KECERDASAN ANAK USIA DINI

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Dalam Ilmu Kesehatan Anak istilah pertumbuhan dan perkembangan menyangkut semua aspek kemajuan yang dicapai oleh jasad manusia dari konsepsi sampai dewasa.
Faktor penentu tumbuh kembang adalah faktor genetik herediter konstitusional, yang menentukan potensi bawaan anak, dan factor lingkungan yang menentukan tercapai atau tidaknyanya potensi tersebut.
Pada umumnya, pendidikan musik untuk anak dikerjakan tanpa melalui proses yang runtut. Sebelum anak-anak mengenal musik, mereka sudah langsung dihadapkan dengan sebuah instrumen musik. Ini bagaikan masuk SD tanpa melalui TK terlebih dahulu. . Fakta terbaru menyimpulkan bahwa semua musik berirama tenang dan mengalun lembut dipercaya dapat memberi efek yang baik bagi bayi, dan anak-anak.

B. Rumusan masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang di atas, masalah-masalah yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana Pengaruh Musik Pada Anak Usia Dini?
2. Bagaimana Pengaruh musik terhadap perkembangan kognitif anak?
3. Bagaimana Pengaruh musik terhadap kecerdasan otak anak?
4. Bagaimana Pengaruh musik terhadap kecerdasan emosi anak?
5. Kapankah Waktu yang tepat orang tua memperkenalkan musik kepada anak?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka makalah ini bertujuan untuk :
1. Untuk mengetahui pengaruh musik terhadap anak usia dini
2. Untuk mengetahui pengaruh musik terhadap perkembangan kognitif anak
3. Untuk mengetahui pengaruh musik terhadap kecerdasan otak anak
4. Untuk mengetahui pengaruh musik terhadap kecerdasan emosional anak
5. Untuk mengetahui waktu yang tepat orang tua memperkenalkan musik kepada anak

PENGARUH MUSIK TERHADAP PERKEMBANGAN OTAK/KECERDASAN ANAK USIA DINI
A. Pengaruh Musik Pada Anak Usia Dini
Musik mengandung berbagai contour, spacing, variasi intensitas dan modulasi bunyi yang luas, sesuai dengan komponen-komponen emosi manusia.
Pada umumnya, pendidikan musik untuk anak dikerjakan tanpa melalui proses yang runtut. Sebelum anak-anak mengenal musik, mereka sudah langsung dihadapkan dengan sebuah instrumen musik. Ini bagaikan masuk SD tanpa melalui TK terlebih dahulu.

Seorang anak, meski ia tak menghendaki, biasanya dengan serta merta dipilihkan orang tuanya untuk belajar sebuah instrumen musik atau vokal. Maka, ia tak mencintai “belajar bermain musik” tersebut. Banyak anak-anak merasa tersiksa melakukan latihan-latihan musiknya.
Bermain sambil mengenal alat musik adalah cara baru yang akan membuat anak mencintai musik, mampu berekspresi, peka terhadap seni (khususnya musik), peka terhadap lingkungan, percaya diri tampil di muka umum (di panggung).

B. Pengaruh musik pada kecerdasan otak
 Masa pra lahir
Simulasi yang paling baik, dalam arti mendapat respons dari janin adalah suara ibu dan musik klasik. Penelitian menunjukkan, suara ibu dan musik klasik dapat merangsang otak sehingga menimbulkan gerakkan motorik tertentu pada janin dan bayi baru lahir. Suara ibu dan musik klasik dapat mengatur cepat lambatnya denyut jantung janin dan bayi, serta merangsang penambahan berat baan bayi. Musik dapat memperingan kasus keracunan kehamilan sampai efek antistres bagi ibu yang akan menjalani operasi caesar.

 Masa bayi dan anak-anak
Musik ternyata mampu mempengaruhi perkembangan intelektual anak sekaligus membuat anak pintar bersosialisasi. Fakta terbaru menyimpulkan bahwa semua musik berirama tenang dan mengalun lembut dipercaya dapat memberi efek yang baik bagi bayi, dan anak-anak.
Pada tahun pertama kelahirannya, otak bayi akan berkembang dengan sangat cepat dibandingkan pada usia-usia lainnya. Peranan suara dan musik pada tahapan ini adalah sebagai stimulan yang dapat mengoptimalkan perkembangan intelektual dan emosional mereka. Musik yang dapat dipergunakan untuk pendidikan dan alat mempertajam kecerdasan manusia adalah musik yang mempunyai keseimbangan 3 unsur: Melody, Ritme, dan Timbre (tone colour).
IQ (Intelegent Quotien), EQ (Emotional Quotien) dan SQ (Spiritual Quotien) berpengaruh sangat besar pada proses perkembangan kecerdasan seorang anak. Pada Musik, IQ, EQ, SQ dapat diibaratkan seperti beat, irama, dan melodi.
Dalam otak manusia terdapat reseptor (sinyal penerima) yang bisa mengenali musik. Otak bayi pun sudah dapat menerima musik tersebut meski dengan kemampuan terbatas karena pertumbuhan otaknya belum sempurna. Musik merupakan salah satu stimulasi untuk mempercepat dan mempersubur perkembangan otak bayi. Bila anak terbiasa mendengar musik yang indah, banyak sekali manfaat yang akan dirasakan oleh anak. Tidak saja meningkatkan kognisi anak secara optimal, juga membangun kecerdasan emosional.
Selain manfaat kognitif dan emosi, masih banyak lagi kegunaan musik bagi anak-anak. Contohnya, meningkatkan perkembangan motoriknya, meningkatkan kemampuan berbahasa, matematika, sekaligus kemampuan sosialnya, dan membangun rasa percaya diri.
Unsur-unsur musik yang dapat berpengaruh dalam mencerdaskan anak antara lain :
 Musik yang mengandung nada pendek dan panjang
 Nilai ketukan (tanda birama)
 Potensi tinggi rendah nada
 Dinamika
 Transpla suara (mengukur ketinggian nada dari satu nada ke nada yang lain)
Dengan unsur-unsur tersebut anak belajar matematika dan mengekpresikan nada tinggi dan rendah yang berbeda-beda, fantasi, emosi, dan dapat mengontrol emosi.
Dengan demikian, anak yang belajar menyanyi akan menggunakan fantasi otaknya berbeda dengan anak-anak yang belajar bernyanyi. Karena belajar bernyanyi merupakan bagian dari kecerdasan musik dan emosi yang dirangsang sejak usia dini. Selain itu, melalui syair dari lagu-lagu yang sederhana, dapat merangsang untuk mencari kalimat-kalimat yang lain.
Manfaat belajar musik yang akan dirasakan oleh anak, antara lain :
 manfaat bersosialisasi
 melatih empati
 menumbuhkan musikalitas anak dengan menggunakan lagu dan gerakan–gerakan yang merangsang koordinasi bagian otak,
 melatih gaya belajar anak yang disesuaikan dengan usia anak

Anak yang sejak dalam kandungan terbiasa didengarkan musik biasanya kecerdasan emosional dan intelegensinya lebih berkembang dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik.

C. Musik dan Perkembangan Kognitif
Kognitif dan MusikKognitif merupakan semua proses dan produk pikiran untuk mencapai pengetahuan yang berupa aktivitas mental seperti mengingat, mensimbolkan, mengkategorikan, memecahkan masalah, menciptakan dan berfantasi. Roger Sperry (1992) dalam Siegel (1999) penemu teori Neuron mengatakan bahwa neuron baru akan menjadi sirkuit jika ada rangsangan musik sehingga neuron yang terpisah-pisah itu bertautan dan mengintegrasikan diri dalam sirkuit otak, sehingga terjadi perpautan antara neuron otak kanan dan otak kiri itu.

Gallahue, (199 8) mengatakan, kemampuan-kemampuan seperti ini makin dioptimalkan melalui stimulasi dengan memperdengarkan musik klasik. Musik berhasil merangsang pola pikir dan menjadi jembatan bagi pemikiran-pemikiran yang lebih kompleks.
Martin Gardiner (1996) dalam Goleman (1995) dari hasil penelitiannya mengatakan seni dan musik dapat membuat para anak lebih pintar, musik dapat membantu otak berfokus pada hal lain yang dipelajari. Jadi, ada hubungan logis antara musik dan matematika, karena keduanya menyangkut skala yang naik turun, yaitu ketukan dalam musik dan angka dalam matematika. Bila mereka mampu menggunakan fungsi kedua belahan otaknya secara seimbang, maka apabila mereka dewasa akan menjadi manusia yang berpikir logis dan intutif, sekaligus cerdas, kreatif, jujur, dan tajam perasaannya.

D. Musik dan Kecerdasan Emosi
Sternberg dan Salovery (1997) mengemukakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan mengenali emosi diri, yang merupakan kemampuan seseorang dalam mengenali perasaannya sendiri sewaktu perasaan atau emosi itu muncul, dan ia mampu mengenali emosinya sendiri apabila ia memiliki kepekaan yang tinggi atas perasaan mereka yang sesungguhnya dan kemudian mengambil keputusan-keputusan secara mantap.
Kepekaan akan rasa indah timbul melalui pengalaman yang dapat diperoleh dari menghayati musik. Kepekaan adalah unsur yang penting guna mengerahkan kepribadian dan meningkatkan kualitas hidup. Seseorang memiliki kepekaan yang tinggi atas perasaan mereka maka ia akan dapat mengambil keputusan-keputusan secara mantap dan membentuk kepribadian yang tangguh.
Kemampuan membina hubungan bersosialisasi sama artinya dengan kemampuan mengelola emosi orang lain. Evelyn Pitcer dalam Kartini (1982) mengatakan musik membantu remaja untuk mengerti orang lain dan memberikan kesempatan dalam pergaulan sosial dan perkembangan terhadap emosional mereka. Perkembangan kecerdasan emosional sangat dipengaruhi oleh rangsangan musik.
Menurut Siegel (1999) ahli perkembangan otak, mengatakan bahwa musik dapat berperan dalam proses pematangan hemisfer kanan otak, walaupun dapat berpengaruh ke hemisfer sebelah kiri, oleh karena adanya cross-over dari kanan ke kiri dan sebaliknya yang sangat kompleks dari jaras-jaras neuronal di otak.
Proses mendengar musik merupakan salah satu bentuk komunikasi afektif dan memberikan pengalaman emosional.

E. Waktu yang tepat orang tua memperkenalkan musik kepada anak
Pengenalan musik pada anak sebaiknya diberikan jauh sebelum anak mulai belajar memainkan instrumen musik. Bahkan dapat dimulai sejak dalam kandungan. Seperti musik klasik. Stimulasi musik klasik ini dapat diberikan sejak janin berusia 4 bulan. Pada masa ini janin sedang membentuk sel-sel otak, dan syaraf janin sudah memberikan respons terhadap stimulasi suara.
Mengajarkan musik pada anak sedini mungkin memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada mengenalkan musik saat anak menginjak usia diatas 10 tahun.
Berikut ini beberapa manfaat memperkenalkan musik pada anak sejak dini :
 Anak memiliki kepekaan yang jauh lebih besar.
 Membantu anak mejadi diri pribadi mandiri
 Memperbaiki control motoris
 Meningkatkan kemampuan bahasa dan berbicara
 Mengontrol emosional dan perkembangan sosial anak
Usia yang cocok bagi anak berlatih musik, yaitu usia 3 atau 4 sampai 6 tahun. Usia tersebut adalah masa yang paling tepat untuk mulai belajar musik, karena masa ini adalah masa terbaik pada perkembangan pendengaran.
Selain itu, pada usia 8-9 tahun, otak kanan dan kiri akan terhubung dan akan mengalami penebalan pada penghubung otak kanan dan kiri. Untuk itu apabila diberikan pendidikan musik sebelum anak berusia 8 tahun, maka dapat meningkatkan kecerdasan. Untuk dapat merasakan dan menghayati serta mengevaluasi makna dari interaksi dengan lingkungan, ternyata dapat dirangsang dan dioptimalkan perkembangannya melalui musik sejak masa dini.

PENUTUP

Pendidikan musik untuk anak dikerjakan tanpa melalui proses yang runtut. Sebelum anak-anak mengenal musik, mereka sudah langsung dihadapkan dengan sebuah instrumen musik. Ini bagaikan masuk SD tanpa melalui TK terlebih dahulu.
Musik dapat meningkatkan ingatan anak, perhatian, motivasi dan pembelajaran. Mendengarkan musik juga mengurangi stres, dan mengaktifkan kedua belahan otak anak. Oleh karena itu, Pengenalan musik pada anak sebaiknya diberikan jauh sebelum anak mulai belajar memainkan instrumen musik. Bahkan dapat dimulai sejak dalam kandungan. Seperti musik klasik. Stimulasi musik klasik ini dapat diberikan sejak janin berusia 4 bulan. Pada masa ini janin sedang membentuk sel-sel otak, dan syaraf janin sudah memberikan respons terhadap stimulasi suara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s