TETAP PERCAYA DIRI PASCA MELAHIRKAN

Keajaiban seorang bayi memang bukan saja menyita hampir seluruh waktu namun juga mampu merubah kepribadian seorang wanita. Tak ada gunanya berperilaku tak percaya diri. Seorang ibu baru semestinya mampu menemukan kembali sosoknya yang dulu. Ikuti saran 10 pakar berikut.

1. Bangkitkan Kembali Harga Diri. Bagi ibu baru, baru saja melahirkan merasa keluar dari zona nyamannya. Stop perasaan itu dan cari kegiatan yang membangkitkan self-esteem Anda. Cobalah berkreasi diwaktu luang misalnya saat bayi tidur. Mungkin tidak akan selesai dalam waktu yang singkat, tapi melakukan suatu aktivitas yang akan membangkitkan self-esteem akan memberikan ibu suatu rasa akan pencapaian diri sehingga dapat membangkitkan harga diri Anda.

2. Tak Usah Malu Bertanya. Ibu baru sebaiknya tidak usah malu mengakui bahwa dalam soal perawatan anak, Anda adalah anak kemarin sore meski di kantor Anda adalah seorang tiger lady. Teruslah bertanya tentang hal-hal seputar perawatan bayi baru. Banyak guru yang dapat dijadikan tempat bertanya. Ibu kandung, ibu mertua, teman yang pakar soal perawatan anak, internet, buku, majalah. Jangan hanya berdiam diri dan bertindak seolah-olah Anda sudah mengetahui soal pengasuhan dan perawatan anak.  

 

3. Berenang Bukan Halangan. Ibu baru sering tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya sehingga malas memakai baju berenang. Daripada merasa tidak percaya diri ayo perbaiki bentuk tubuh. Aktivitas yang bisa dilakukan antara lain pilates, yoga, senam, olahraga low impact yang semuanya menguatkan otot-otot panggul, paha dan mengencangkan perut.  Melakukan olah tubuh tidak hanya membuat ibu baru fit dan membuat tubuh menjadi indah namun juga mengisi bateri psikologis Anda. Yang penting sebelum melakukan, tanya dahulu kepada dokter berapa lama setelah melahirkan Anda boleh memulai lagi aktivitas olahraga. Menyusui juga aktivitas yang dapat menyedot lemak. Dengan menyusui kalori Anda akan menyusut 500 kalori per hari.

4. Mari Bicara seks. Ibu baru sering tak percaya diri soal seks. Bisa jadi karena faktor perubahan bentuk tubuh atau kesakitan saat penetrasi karena faktor hormonal membuat vagina menjadi kering. Komunikasi menjadi peran penting dalam hal ini. Diskusikan soal kehidupan seksual Anda. Beri tekanan pada diri Anda dan suami bahwa seks bukanlah semata hubungan intim tapi bisa diwujudkan dengan saling berpelukan, berciuman dan sebagainya. Apa pun yang terjadi, jujur kepada pasangan dan saling mengokomunikasikan apa keinginan Anda akan membuat rasa percaya diri terangkat.

5. Enyahkan kulit kering.Masalah kulit yang sering dialami oleh ibu-ibu setelah melahirkan adalah kulit kering. Kulit tampak bersisik tak indah bahkan ada yang mengalami kulit terkelupas. Padahal solusinya mudah saja. Rajin-rajin mengoleskan pelembab dan jika keringnya parah, oleskan body butter untuk mengembalikan kelembaban kulit. Kulit sering menjadi sangat kering karena menyusui, kurang tidur, pola makan dan perubahan hormon.

6. Dapatkan pengasuh yang tepat. Jika Anda seorang ibu rumah tangga kemungkinan tidak ada masalah dengan siapa bayi akan dititipkan. Lain, jika Anda ibu bekerja harus mencari pengasuh yang bisa diandalkan untuk merawat bayi agar bisa kembali bekerja dengan tenang. Sebaiknya cari pengasuh saat hamil di trimester terakhir sehingga sempat mengenal karakter dan sikap bekerja pengasuh. Lebih enak lagi jika ada ibu kandung, mertua, saudara atau ipar yang bisa diandalkan untuk mengasuh si kecil. Seorang bayi membutuhkan waktu sekitar dua minggu untuk dekat dengan pengasuh baru.

7. Tak perlu ngotot lembur. Karena takut performa bekerja dinilai buruk oleh atasan, banyak ibu baru membuktikan bahwa performa bekerja mereka tidak terpengaruh oleh kehadiran bayi hingga  bekerja sampai larut. Tidak usah khawatir bahwa Anda tidak akan dilihat performa bekerjanya karena baru memiliki bayi. Lebih baik bekerja dengan cara yang lebih efektif, lebih cerdas dan bukannya bekerja mati-matian. Dengan bekerja lebih efektif, waktu Anda tidak akan terbuang percuma dan dapat pulang tepat waktu. Komunikasikan kepada atasan bahwa Anda harus menyediakan waktu palng tidak 2-3 kali sehari untuk memerah ASI.

8. Peliharan hubungan. Banyak ibu baru yang kerap merasa bersalah jika harus meninggalkan bayinya sebentar saja untuk sedikit bersenang-senang bersama pasangan atau teman-teman. Padahal, penting sekali untuk keluar dari rutinitas dan mengekspresikan emosi yang tak bisa dilakukan bila bersama bayi. Luangkan waktu pada siang hari 1 jam saja, di saat Anda tak terlalu lelah dan bermasalah dengan waktu tidur untuk ngobrol di kafe favorit. Di akhir pekan, luangkan waktu berdua bersama suami. Entah makan malam atau menonton bersama. Di hari lain, luangkan waktu 1-2 jam dengan bepergian bersama sahabat-sahabat. Serahkan bayi kepada pengasuh (asal disediakan ASI selama Anda bepergian) dan nikmati waktu Anda. Me time seperti ini dapat membangkitkan baterai psikologis Anda serta membangkitkan rasa percaya diri bahwa Anda masih mampu gaul di luar sana.   

9. Makan secara positif.Pola makan yang benar dapat mendongkrak mood dan bahkan mengatasi depresi pasca bersalin. Penting sekali untuk menyertakan asam lemak esensial yang terdapat pada ikan laut dalam, seperti tuna, salmon –bisa diganti ikan kembung–  dalam menu makanan Anda. Tambahkan pula buah avokad, kacang-kacangan dan minyak zaitun. Jaga kadar gula dalam tubuh dengan tidak terlalu banyak mengonsumsi yang serba manis, konsumsi protein dalam setiap jadwal makan dan perbanyak sayuran.  

10. Menjadi Ibu = Meningkatkan Karir. Anda adalah orang yang sama seperti sebelum melahirkan, bahkan lebih terampil dan berpengalaman! Coba saja Anda membuat CV, cantumkan hal-hal yang Anda kerjakan sehari-hari, seperti menyiapkan kebutuhan bayi, membayar tagihan dan memeriksa keuangan keluarga, mengatur makanan anak dan keluarga, menangani jadwal yang padat di antara menyusui. Daftarnya bisa bertambah panjang dan akan nampak betapa ”nilai diri” Anda bertambah dengan menjadi ibu –bukannya malah berkurang.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s