MEMBUAT ALAT PERMAINAN DARI BAHAN SISA

 

  • Permainan puzzle

Puzzle merupakan salah satu media/alat permaian yang digunakan untuk anak usia dini. Permaianan puzzle dapat mengembangkan berbagai aspek pada anak usia dini. Diantaranya yaitu :

  1. Aspek kognitif

Anak mampu berpikir tentang bagaimana cara menyusun puzzlesamapi benar dan rapi sesuai dengan gamabar sebelumnya.

  1. Motorik halus

Anak mampu menggunakan tangan dan jari jemarinya ketika anak menyusaun atau bermain puzzle.

 

  1. A.   Alat dan Bahan                
  • · Karton / kardus bekas
  • · Pensil / pena
  • · Penggaris
  • · Gunting / pisau
  • · Lem
  • · Gambar yang sudah terbentuk pada hvs

 

 

B. Cara Pembuatannya

  • Ambil bagian bawah kardus bekas atau bagian atasnya sesuai ukuran Hvs
  • Tempelkan gambar yang ada pada hvs yang  sudah dibentuk dengan lem pada kardus yang telah disediakan.
  • Garis dengan pensil / pena gambar tersebut sesuai dengan bentuk puzzle yang di inginkan.
  • Kemudian gunting / potong dengan pisau garis-garrris yang telah dibentuktadi.
  • Baru disusun kembali pada tutup karton yang telah disediakan sesuai dengan bentuk aslinya.

 

 

C. Cara Penggunaannya/simulasi

  • Guru mengajak anak agar anak duduk dengan rapi dan tertib sehingga dapat memperhatikan guru
  • Guru memperkenalkan puzzle kepada anak, gambar, dan bagaimana cara memainkannya
  • Setelah guru mengajarkan bagaimana cara bermain puzzle, guru memberi tugas kepada anak untuk memainkanya
  • Sebelum anak bermain, terlebih dahulu puzzle diacak
  • Setelah anak berhasil menyusun puzzle guru memberi pujian kepada anak
  • Guru memberikan beberapa pertanyaan kepada anak tentang menyusun puzzle apa, bagaimana, mengapa dll
  • Bagi anak yang bisa menjawab guru memberikan pujian tapi bagi anak yang belum diberikan dorongan/motivasi

 

  • Kesimpulan ;

Jadi, pada permainan ini sangat bagus sekali bagi anak dalam perkembangan yang ada pada dirinya. Dalam permainan ini yang berkembang pada anak adalah motorik halus dan kognitifnya juga akan berkembang. Hal ini sangat bagus sekali untuk masa yang akan datang anak apabila anak sudah terlatih.

 GambarGambar

PENGEMBANGAN BAHASA ANAK USIA DINI

Gambar

  • Permainan congkak dari sumatera barat

Permainan congkak merupakan salah satu permaiinnan yang berasal dari Sumatera barat yang secara turun temurun dimainkan oleh anak-anak bahkan sampa orang dewasa. Anak usia dini yang dapat memainkan permainan ini kisaran umurnya lebih kurang 4-5 tahun.

Aspek-aspek perkembangan yang terdapat dalam permainan congkak, yaitu:

  1. Motork halus, yaitu anak mampu menggunakan tangan dan jari jemarinya memindahkan batu-batu kedalam kotak-kotak yang terdapat pada congkak.
  2. Bahasa, yaitu anak mampu menyanpaikan rasa kepuasannya dalam bermain congkak dan anak juga mampu menjawab beberapa pertanyaan dari guru setelah anak dapat bermain congkak
  3. Kognitif, yaitu anak mampu menghitung jumlah batu-batu dan lubang congkak.
  1. B.     METODE YANG SESUAI DENGAN SIMULASI
    1. Kemampuan yang diharapkan :
  • Anak mampu bermain congkak secara mandiri dengan teman sebayanya.
  1. Metode/teknik :
  • Bermain dengan menggunakan congkak
  • Pemberian tugas
  • Tanya jawab
  1. Alat peraga : Congkak
  2. Langkah-langkah pelaksanaan :
  • Guru menyiapkan alat peraga/media yaitu congkak
  • Guru mengajarkan kepada anak bagaimana cara berman congkak yang benar dan guru juga merangsang anak agar mau untuk memperhatikannya
  • Setelah selesai mengajarkan bagaimana cara bermain congkak , guru memberikan tugas kepada anak untuk memainkannya sendiri bersama dengan temannya
  • Selesai anak bermain, guru memberi pertanyaan kepada anak tentang apa, bagaimana, mengapa, dan berapa
  • Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk menjawab pertanyaan guru tersebut
  • Bagi anak yang sudah dapat menjawab dengan benar diberikan pujian bagi yang belum diberi dorongan dan motivasi.

PENGALAMAN HIDUP DALAM PERSAHABATAN

Gambar

Pengalaman belajar yang berkesan

Bandung, 26 november 1993 aku dilahirkan dan hari itu aku pertamakali melihat dunia ini. Banyak pengalaman-pengalaman yang berkesan selama aku hidup. Mulai dari masa kanak-kanak, remaja, dan sampai dewasa ini. Dan sejak aku duduk dibangku sekolah disanalah berawal segalanya.

Awal aku bersekolah di taman kanak-kanak Bhayangkari, Balai Selasa. Seingat aku disana awalnya saya sangat gugup sekali bergaul dengan lingkungan baru dan teman-teman baru yang biasanya ketika dirumah hanya ada ayah, ibu, kakek, dan nenek. Tapi ketika itu semuanya serba baru. Teman baru, baju baru, dan tempat bermain pun baru yang sangat menyenangkan sekali. Setiap pagi aku selalu dibangunkan ibu, mandi pagi, dan pakai seragam sekolah. Ibu juga mempersiapkan makanan dan minuman yang akan aku bawa kesekolah. Dengan hati riang dan gembira sekali aku berangkat kesekolah yang diantar oleh ayah.

Sampai disekolah aku disuruh berbaris oleh guru bersama teman-teman lainnya dan bernyanyi dengan sangat riangnya dan penuh semangat .  Setelah berbaris aku masuk kedalam kelas dan belajar. Pengalaman dan sangat sulit untuk aku lupakan adalah pertamakali aku memegang pensil. Aku sangat gugup sekali ketika guru memegang tangan kanan akudan perlahan memegang pensil yang ada di atas meja waktu itu. Awalnya aku menolak karena tidak suka dan aku menolak akhirnya aku menangis dan memanggil  ibu.

Pengalaman yang paling berkesan selama aku di taman-taman kanak adalah waktu aku pulang sekolah. Hari itu aku tidak dijemput ibu pulang. Maka aku pulang dengan bus sekolah. Aku sangat taku sekali karena itu adalah pertama kali naik bus. Selain itu waktu aku sudah lama menahan pipis. Pada waktu itu karena aku takut naik bus tanpa aku sadari ternyata aku pipis dicelana saat perjalanan pulang. Aku pun ditertawakan dan cela oleh teman-temanku. Aku sangat malu sekali. Sampai dirumah aku menangis pada ibu. Sejak itu ibu selalu menjemputku.

 

 

 

 

 

 

 

memorablelearning experience

Bandung, 26 November 1993 I was born and the day I first saw this world. Many memorable experiences during my life. Starting from childhood, adolescence, and until today. And since I was sitting there the school dibangku started it all.

             I went to school early in kindergarten Bhayangkari, Balai Selasa. I seem to remember there first I was very nervous to get along with the new environment and new friends who are usually at home when there are only a father, mother, grandfather, and grandmother. But when it’s all completely new. New friends, new clothes, and a new playground was very nice. Every morning I always wake mother, shower in the morning, and wear the school uniform. Mother also prepare food and drinks that will I bring to school. With cheerful heart and once I went to school happily delivered by the father.
             School until I was told by a teacher lined up with other friends and sing with a very cheerful and energetic. After the march I went to class and study. Experience and is very difficult for me to forget the first time I held a pencil. I was very nervous when the teacher holds his right hand holding a pencil akudan gently on the table at that time. At first I refused because I did not like and I ended up crying and refused to call the mother.
              The most memorable experience for me in the gardens of childhood is the time I came home from school. I have not picked up that day the mother came home. So I came home with a school bus. I was once my eyes because it was my first time taking the bus. In addition I have long time to hold pee. At that time because I was afraid to ride the bus without me knowing it was time I peed dicelana way home. I was ridiculed and blamed by my friends. I’m so ashamed. Until I cried the mother. Since then the mother always picked me up.

 

PEMBELAJARAN SAINS UNTUK ANAK USIA DINI

  1. Ruang Lingkup Program Pembelajaran Sains Untuk Anak Usia Dini

Ruang lingkup program pengembangan pembelajaran sains sesungguhnya tercermin pada pengertian dan batasan-batasan yang terkandung dalam sains itu sendiri. Ruang lingkup pembelajaran pada anak usia dini dapat dianalisis berdasarkan wilayah garapan dan berdasarkan bidang pengembangan atau kemampuan. Dalam ruang lingkup wilayah  garapan pembelajaran sains meliputi dua dimensi besar, pertama dilihat dari isi bahan kajian dan kedua dilihat dari bidang perkembangan atau kemampuan yang akan dicapai. Deskripsi pembelajaran sains dilihat dari isi bahan kajian meliputi materi atau disiplin yang terkait dengan bumi dan jagat raya (ilmu bumi), ilmu-ilmu hayati (biologi), serta bidang kajian fisika dan kimia (Abruscato,2001).

 

Makna dari skema tersebut diatas, selain memiliki pengertian pembagian ruang lingkup program pengembangan sains, juga memberi makna bahwa semua program pengembangan pembelajaran sains yang sifatnya terpadu harus mampu meramu berbagai bidang pengembangan ke dalam satu perencanaan yang utuh dan sinergis.

Ruang lingkup program pengembangan pembelajaran sains apabila ditinjau dari bidang pengembangan  atau kemampuan yang harus dicapai, maka terdapat tiga dimensi yang semestinya dikembangkan bagi anak usia dini yaitu meliputi kemampuan terkait dengan penguasaan produk sains, penguasaan proses sains dan penguasaan sikap-sikap sains (jiwa ilmuan).

Arah pengambangan program pembelajaran sains sebagai  suatu proses di tujukan pada perencanaan dan aktifitas sains yang dapat membantu anak dalam mengusai keterampilan yang terkait dengan cara pengenalan dan perolehan sains yang benar.

RUANG LINGKUP PROGRAM PEMBELAJARAN SAINS UNTUK ANAK USIA DINI

Dimensi Ruang Lingkup

Kelompok Bahan Kajian/ Bidang Pengembangan

Topik Inti/Kemampuan Bagi Anak Usia Dini

Berdasarkan dimensi isi bahan kajian

Bumu dan jagat raya (ilmu bumi)

  1. Pengetahuan tentang binatang
  2. Kajian tentang tanah
  3. Kajian tentang cuaca atau musim

 

Ilmu ilmu hayati biologi

  1. Studi tentang tumbuh tumbuhan
  2. Studi tentang binatang
  3. Studi tentang hubungan antara aspek aspek kehidupan degan lingkungannya

 

Bidang kajian sisika-kimia

  1. Studi tentang daya
  2. Studi tentang energy
  3. Studi tentang rangkaian dan reaksi

Berdasarkan bidang pengembangan

Penguasaan produk sains

  1. Memahami fakta fakta
  2. Memahami konsep
  3. Memahami prinsip
  4. Memahai hokum
  5. Memahami teori

 

Penguasaan proses sains

Menguasai keterampilan cara pengenalan dan perolehan sains meliputi : observasi, klasifikasi, meramalkan, menyimpulkan, penggunaan alat dan pengukuran, merencanakan penelitian, menerapkan

 

 

Penguasaan sikap sains

  1. Rasa tanggung jawab
  2. Rasa ingin tahu
  3. Disiplin
  4. Tekun
  5. Jujur
  6. Terbuka

 

  1. MODEL PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN SAINS AUD

Terdapat beberapa model pengembangan program pemelajaran atau kurikulum yang dapat dijadikan pedoman dalam pengembangan program pembelajaran sains pada anak usia dini. Hasil kejadin selama ini secara umum terdapat tiga pendekatan utama dalam urikulum pengembangan sains pada jenjang pendidikan usia dini, yaitu :

  1. Pendekatan yang bersifat situasional, maksudnya pembahasan tentang sains akan dielaborasi (diulas) secara luas dan mendalam jika dalam pembelajaran muncul  ‘fenomena’ yang terkait dengan tuntutan pembahasan konsep dan pengalaman sains pada sasaran belajar. Jadi pendekatan ini sangat ditentukan oleh muncul atau tidaknya konteks sains dalam pembelajaran yang sedang dilakukan.  Jika muncul, maka pembelajaran akan segera disesuaikan dengan dan diarahkan pada pembahasan sains; tetapi jika tidak muncul fenomena sains, maka pembelajaran akan dilanjutkan sebagaimana mestinya. Dengan kata lain pendekatan ini dapat dikatakan sebagai program pengembangan pembelajaran sains yang berdasarkan situasi spontanitas (spontanous based treatment) sebagai titik awal atau tantangan awal atau tantangan awal (exelent starting point) untuk menjelaskan sains pada anak, Harlen dan Jelly (1989) dan Dawson (2004) menyebutnya sebagai pendekatan yang bersifat sensitif (sensitivity approach ) yaitu strategi pengembangan pembelajaran sains yang didasarkan atas kepekaan terhadap situasi kelas atau pembelajaran yang terjadi .
  2. Pendekatan yang bersifat terpisah atau  tersendiri. Maksudnya   program  pengembangan pembelajaran sains di kemas secara khusus dan tersendiri. Pembelajaran sains di berikan waktu tersendiri sebagai mana bidang pengembangan lainya dalam pendidikan anak usia dini, pembelajaran sains di setting (dirancang ) secara khusus sesuai dengan karakteristik pembelajaran sains yang khas serta karakteristik anak yang sesuai (relevant) dengan tuntutan penguasaan sains.  Jadi pengembangan pembelajaran sains bersifat regular karna memiliki waktu dan tempat khusus dalam program (kurikulum) pendidikan usia ndini yang ada. Program sains tidak tergantung program lainya; walaupun tetap prinsip-prinsip pengembangannya harus mengacu pada landasan pengembangan program (kurikulum) pada umumnya, misalnya saja prinsip keluwesan (flexibility).

Jadi program pengembangan pembelajaran sains sederajat dan berdampingan dengan program pengembangan lainnya dalam sistem pendidikan yang ada. Harlen dan Jelly dalam Dawson (2004) untuk model pengembangan kurikulum pembelajaran  sains seperti ini, menyebutnya dengan istilah separate lessons, maksudnya adalah program sain direncanakan secara mandiri dan terpisah, dengan aloksi waktu dan jam belajar tersendiri

  1. Pendekatan yang bersifat merger atau terintegrasi dengan disiplin lain tau bidang pengembangan lain. Dalam pendektan ini,  program sains dikembangkan dengan cara digabungkan secara formal dan sistematis dengan bidang pengembangan atau disiplin ilmu lainnya. Sehingga dalam program, pengembangan pembelajaran sains merupakan bagian dari suatu program kurikulum ang lebih luas dan terpadu sifatnya. Jadi  dalam pengorganisasiannya, para pengembang program harus mampu melihat secar seksama karakteristik dari setiap bidang yang diintegrasikan dengan bidang sains tersebut. Disiplin atau bidang pengembangan lain yang diintegrasikan dapat bersifat terbatas, maupun terbuka secra luas dan tanpa dibatasi secara khusus. Contoh pengintegrasian program sains yang dilihat berdasarkan isi bahan kajian misalkan: penggabungan sains dan matematika , penggabungan sains dan sejarah, penggabungan  sains dan olahraga, dan sebagainya.

 

 

SKEMA PEGEMBANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN SAINS

 

 

Dari gambar diatas,  dapat disimpulkn bahwa guru/tutor PAUD sebagai pengembang program sains harus mampu mengintegrasikan aspek anak dengan aspek sains secara harmonis .

Untuk itu setiap guru sains hendaklah bekerja secara seksama pda saat pembuatan program, karena program yang dibuatnya akan menentukan berhasil atau tidaknya pelaksanaan pembelajaran sains yang dilakukannya.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para guru/tutor sains ketika secara umum, diantaranya

  • sebelum memulai pengembangan program pembelajaran hendaklah guru/tutor sudah meyakinkan diri  bahwa dia sudah memahami perkembangan dan karakteristik anak secara memadai
  • sebelum memulai pengembangan program pembelajaran hendaklah guru/tutor sudah meyakinkan diri  bahwa dia sudah memahami ruang lingkup program sains, baik dari dimensi isi bahan kajian maupun dari dimensi pengembangan kemampuan anak
  • jika rambu-rambu 1 dan atau 2, tidak terpenuhi hendaklah dalam pengembangan program pembelajaran sains, guru/tutor melakukannya secara kelompok ( teamwork). Bahkan jika diperlukan dan memungkinkan tim mengundang ahli khusus atau konsultan, sehingga guru/tutor dan tim dapat bekerja lebih optimal.
  • bentuk dan wujud program sains yang dapat dihasilkan oleh guru/tutor  dan atau tim, dapat berupa program satu tahun, semester, catur wulan, bulan, minggu, atau hari atau juga insidental. Jadi dapat disesuaikan dengan kebutuhan lembaga dan kepentingan program lain secara keseluruhan,
  • sebaiknya diinventarisir seluruh yang dapat memberikan kontribusi (sumbangan) terhadap pengembangan pembelajaran sains dimaksud, sehingga program sains mendapatkan dukungan semua fihak (total  environment)
  • kemaslah isi program yang memperhatikan prinsip-prinsip keseimbangan, keliwesan , kesinambungan, kebermaknaan, dan fungsionalitas. Sehingga program yang dihasilkan lebih adaftif terhadap berbagai perubahan kondisi lingkungan belajar , apalagi beberapa karakteristik anak usia dini menunjukkan sifat yang amat situasional .

DAFTAR PUSTAKA

Ali, nugraha (2005), pengmbangan pebelajaran sains, Jakarta

KEPRIBADIAN ANAK USIA DINI

Gambar

PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN

 

  1. A.   Pengertian Kepridadian dan Perkembangan Kepribadian
  • Pengertian Kepribadian

Menurut beberapa ahli kepribadian adalah:

  1. a.     M.A.W. Brower

Kepribadian adalah corak tingkah laku sosial yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini, dan sikap-sikap seseorang.

  1. b.    Koentjaraningrat

Kepribadian adalah suatu susunan dari unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seseorang.

  1. c.      Theodore R. Newcomb

Kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku.

  1. d.    Yinger

Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi.

  1. e.      Roucek dan Warren

Kepribadian adalah organisasi faktor-faktor biologis, psikologis, dan sosiologis yang mendasari perilaku seseorang. Dari pengertian yang diungkapkan oleh para ahli di atas, dapat kita simpulkan secara sederhana bahwa yang dimaksud kepribadian (personality) merupakan ciri-ciri dan sifat-sifat khas yang mewakili sikap atau tabiat seseorang, yang mencakup polapola pemikiran dan perasaan, konsep diri, perangai, dan mentalitas yang umumnya sejalan dengan kebiasaan umum.

 

  • ·        Perkembangan kepribadian

Aspek lain dalam perkembangan kepribadian anak adalah pemahaman atau konsep diri. Pada masa kanak-kanak awal, anak biasanya memiliki pemahaman diri yang bersifat fisik ataupun aktivitas yang mereka lakukan. Ketika anak ditanya tentang siapa mereka, maka jawaban yang muncul biasanya berkisar pada ukuran tubuh atau aktivitas yang disenanginya. Konsep pemahaman diri ini menjadi lebih bersifat internal pada masa kanak-kanak menengah dan akhir. Anak-anak yang berada pada tingkat Sekolah Dasar telah mampu menyebutkan sifat-sifat psikologis dalam mendeskripsikan dirinya. Di samping itu, aspek sosial cukup memegang peranan besar dalam memahami konsep dirinya. Pada saat ini, anak mulai membandingkan keadaannya dengan keadaan orang-orang di sekelilingnya, terutama dengan teman sebayanya.

B. Unsur-unsur dan Struktur kepribadian

  • Unsur-Unsur dalam Kepribadian
  1. a.     Pengetahuan

Pengetahuan seseorang bersumber dari pola pikir yang rasional, yang berisi fantasi, pemahaman, dan pengalaman mengenai bermacam-macam hal yang diperolehnya dari lingkungan yang ada di sekitarnya. Semua itu direkam dalam otak dan sedikit demi sedikit diungkapkan dalam bentuk perilakunya di masyarakat.

  1. b.    Perasaan

Perasaan merupakan suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang menghasilkan penilaian positif atau negatif terhadap sesuatu atau peristiwa tertentu. Perasaan selalu bersifat subjektif, sehingga penilaian seseorang terhadap suatu hal atau kejadian akan berbeda dengan penilaian orang lain. Contohnya penilaian terhadap jam pelajaran yang kosong. Mungkin kamu menganggap sebagai hal yang tidak menyenangkan karena merasa rugi tidak memperoleh pelajaran. Lain halnya dengan penilaian temanmu yang menganggap sebagai hal yang menyenangkan. Perasaan mengisi penuh kesadaran manusia dalam hidupnya.

  1. c.      Dorongan Naluri

Dorongan naluri merupakan kemauan yang sudah menjadi naluri setiap manusia. Hal itu dimaksudkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia, baik yang bersifat rohaniah maupun jasmaniah. Sedikitnya ada tujuh macam dorongan naluri, yaitu untuk mempertahankan hidup, seksual, mencari makan, bergaul dan berinteraksi dengan sesama manusia, meniru tingkah laku sesamanya, berbakti, serta keindahan bentuk, warna, suara, dan gerak.

  • Struktur Kepribadian

Dalam teori psikoanalitik, struktur kepribadian manusia itu terdiri dari id, ego dan superego.

  1. a.     Id

Id adalah komponen kepribadian yang berisi impuls agresif dan libinal, dimana sistem kerjanya dengan prinsip kesenangan “pleasure principle”.

  1. b.    Ego

Ego adalah bagian kepribadian yang bertugas sebagai pelaksana, dimana sistem kerjanya pada dunia luar untuk menilai realita dan berhubungan dengan dunia dalam untuk mengatur dorongan-dorongan id agar tidak melanggar nilai-nilai superego.

  1. c.      Superego

Superego adalah bagian moral dari kepribadian manusia, karena ia merupakan filter dari sensor baik- buruk, salah- benar, boleh- tidak sesuatu yang dilakukan oleh dorongan ego.

Gerald Corey menyatakan dalam perspektif aliran Freud ortodoks, manusia dilihat sebagai sistem energi, dimana dinamika kepribadian itu terdiri dari cara-cara untuk mendistribusikan energi psikis kepada id, ego dan super ego, tetapi energi tersebut terbatas, maka satu diantara tiga sistem itu memegang kontrol atas energi yang ada, dengan mengorbankan dua sistem lainnya, jadi kepribadian manusia itu sangat ditentukan oleh energi psikis yang menggerakkan.

 

C. Faktor yang mempengaruhi kepribadian anak

  1. 1.     Faktor Hereditas

Merupakan factor utama yang mempengaruhi perkembangan individu yang diwariskan orang tua kepada anak atau segala potensi berupa fisik maupun psikis yang dimiliki individu sejak masa konsepsi sebagai warisan dari pihak orang tua melalui gen-gen. Pembuahan kembar yang berasal dari satu sel telur disebut “identical twins” (kembar identik) yang memiliki sifat-sifat yang sama, jenis kelamin yang sama. Sedangkan kembar yang berasal bukan dari satu sel telur tetapi dari dua sel telur yang sama kuat yang keduanya dibuahi sperma yang disebut kembar saudara (fraternal twins) yang berbeda jenis kelamin tetapi juga sama. Mengenai proses pembuahan ada dua yaitu proses pembuahan biasa (normal) dan proses pembuahan kembar.

 

  1. 2.     Faktor Lingkungan

Lingkungan perkembangan menurut Urie Bronfren Brenner dan Crouter merupakan berbagai peristiwa, situasi atau kondisi di luar orgenisme yang diduga mempengaruhi / atau dipengaruhi oleh perkembangan individu yang terdiri atas fisik dan sosial. Lingkungan perkembangan siswa adalah keseluruhan fenomena fisik/social yang mempengaruhi perkembangan siswa.

  1. 1.     Lingkungan keluarga

Menurut F.G Brown dari segi biologis keluarga diartikan dalam arti luas meliputi semua pihak yang berhubungan darah / keturunan yang dibandingkan dengan marga, sedangkan dalam arti sempit meliputi orang tua dan anak. Sedangkan sudut pandang sosialis dapat dikelompokkan yaitu : fungsi biologis, fungis ekonomis, fungsi pendidikan, fungsi sosialisasi, fungsi protektif, fungsi rekreatif, fungsi agama.

 

  1. 2.     Lingkungan sekolah

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal secara sistematis melaksanakan program bimbingan, pengajaran dan latihan dalam rangka membantu siswa agar mampu mengembangkan potensinya, baik yang menyangkut aspek moral spiritual, intelektual, emosional maupun social. Menurut Hur Lock sekolah merupakan factor penentu bagi perkembangan kepribadian anak baik dalam cara berfikir maupun cara berperilaku. Sekolah sebagai substansi keluarga dan guru sebagai orang tua.

 

  1. 3.     Lingkungan kelompok teman sebaya

Mempunyai peranan yang sangat penting bagi perkembangan kepribadian anak. Peranan kelompok teman sebaya bagi remaja adalah memberikan kesempatan untuk belajar tentang :

Bagaimana interaksi dengan orang lain

Mengontrol tingkah laku orang social

Mengembangkan keterampilan dan minat sesuai usianya

Saling bertukar perasaan dan masalah

KARAKTERISTIK ANAK USIA DINI

KARAKTERISTIK ANAK USIA DINI

Anak usia dini dalam beragam usia merupakan pribadi unik yang mampu menarik perhatian orang dewasa. Bahkan tingkah polah mereka mampu membuat para orang tua terhibur karenanya. Dalam kehidupan sehari-hari berbagai tingkat usia anak dapat kita amati. Ada yang baru lahir, ada yang batita (Toodler), ada balita, sampai dengan yang berusia sekolah dasar.

Lalu apa sih anak usia dini itu? Dan bagaimana pula karakteristiknya?
Anak usia dini menurut NAEYC (National Association for The Education of Young Children) adalah anak yang berada pada rentang usia 0 – 8 tahun, yang tercakup dalam program pendidikan di Taman Penitipan Anak, penitipan anak pada keluarga, pendidikan prasekolah baik itu swasta ataupun negeri, TK, dan SD.

Untuk karakteristik anak usia dini bisa dilihat d bawah ini :

1. Memiliki rasa ingin tahu yang besar.
Anak usia dini sangat ingin tahu tentang dunia sekitarnya. Pada masa bayi rasa inign tahu ini ditunjukkan dengan meraih benda yang ada dalam jangkauannya kemudian memasukkannya ke mulutnya. Pada usia 3-4 tahun anak sering membongkar pasang segala sesuatu untuk memenuhi rasa ingin tahunya. Anak juga mula gemar bertanya meski dalam bahasa yang masih sangat sederhana.

2. Merupakan pribadi yang unik.
Meskipun banyak kesamaan dalam pola umum perkembangan anak usia dini, setiap anak memiliki kekhasan tersendiri dalam hal bakat, minat, gaya belajar, dan sebagainya. Keunikan ini berasal dari faktor genetis dan juga lingkungan. Untuk itu pendidik perlu menerapkan pendekatan individual dalam menangani anak usia dini.

3. Suka berfantasi dan berimajinasi.
Fantasi adalah kemampuan membentuk tanggapan baru dengan pertolongan tanggapan yang sudah ada. Imajinasi adalah kemampuan anak untuk menciptakan obyek atau kejadian tanpa didukung data yang nyata (Siti Aisyah, 2008).
Anak usia dini sangat suka membayangkan dan mengembangkan berbagai hal jauh melampaui kondisi nyata. Bahkan terkadang mereka dapat menciptakan adanya teman imajiner. Teman imajiner itu bisa berupa orang, benda, atau pun hewan.

4. Masa paling potensial untuk belajar.
Masa itu sering juga disebut sebagai “golden age” atau usia emas. Karena pada rentang usia itu anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat di berbagai aspek. Pendidik perlu memberikan berbagai stimulasi yang tepat agar masa peka ini tidak terlewatkan begitu saja. Tetapi mengisinya dengan hal-hal yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

5. Menunjukkan sikap egosentris.
Pada usia ini anak memandang segala sesuatu dari sudut pandangnya sendiri. Anak cenderung mengabaikan sudut pandang orang lain. Hal itu terlhat dari perilaku anak yang masih suka berebut mainan, menangis atau merengek sampai keinginannya terpenuhi.

6. Memiliki rentang daya konsentrasi yang pendek.
Anak usia dini memiliki rentang perhatian yang sangat pendek. Pehatian anak akan mudah teralih pada hal lain terutama yang menarik perhatiannya. Sebagai pendidik dalam menyampaikan pembelajaran hendaknya memperhatikan hal ini.

7. Sebagai bagian dari makhluk sosial.
Anak usia dini mulai suka bergaul dan bermain dengan teman sebayanya. Ia mulai belajar berbagi, mau menunggu giliran, dan mengalah terhadap temannya. Melalui interaksi sosial ini anak membentuk konsep dirinya. Ia mulai belajar bagaimana caranya agar ia bisa diterima lingkungan sekitarnya. Dalam hal ini anak mulai belajr untuk berperilaku sesuai tuntutan dari lingkungan sosialnya karena ia mulai merasa membutuhkan orang lain dalam kehidupannya.

Selain karakteristik yang unik tersebut perlu ada perhatian pada titik kritis perkembangan yang perlu diperhatikan pada anak usia dini. Titik kritis tersebut meliputi :
1. Membutuhkan rasa aman, istirahat dan makanan yang baik.
2. Datang ke dunia yang diprogram untuk meniru.
3. Membutuhkan latihan dan rutinitas.
4. Memiliki kebutuhan untuk banyak bertanya dan memperoleh jawaban.
5. Cara berpikir anak berbeda dengan orang dewasa.
6. Membutuhkan pengalaman langsung.
7. Trial and error menjadi hal pokok dalam belajar.
8. Bermain merupakan dunia masa kanak-kanak.

Sebagai pendidik usia dini dan juga sebagai orang tua kita perlu mengetahui karakteristik anak sehingga kita bisa mendukung perkembangan mereka secara optimal.

Sumber bacaan :
Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini (Siti Aisyah, dkk)

 Gambar